Kawasan perbukitan karst yang dikenal dengan bentuknya seperti menara. Dicirikan dengan morfologi permukaan beruka perbukitan kerucut, depresi tertutup atau dolin, lembah kering dan ditemui sungai-sungai bawah tanah. Batugamping pembentuknya adalah anggota Formasi Tonasa yang mengalami tektonik, dan penerobosan oleh batuan beku. Dalam pandangan geologi, jenis batugamping dan tektonik merupakan dua factor yang berpengaruh terhadap pembentukan kars. Kekhasan batugamping dan tektonik sebagai kendali pembentuk Kars Maros. Morfologi mengikuti rute jalan-kabupaten Maros – Bone dan Maros-Pangkajene, dan jalan di lingkungan kawasan Kars Maros. Parameter batugamping diidentifikasi secara makroskopik di lapangan, dan dilengkapi dengan pengolahan secara petrografi. Tektonik sebagai parameter yang lain, diperoleh dari data sekunder, dilengkapi dengan identifikasi struktur geologi di lapangan. Kars Maros dicirikan oleh bentukan morfologi kars menara, dan di sebelahnya terhampar dataran fluvial-pantai Maros – Pangkajene. Lereng bukit kars, layaknya menara yang membentuk sudut lereng hampir vertikal, dengan datum permukaan dataran teramati tinggi bukit sampai mencapai 200 m. Keunikan kars menara ini adalah bentukan menara yang selalu terekspresikan pada menara terisoler meskipun hanya berukuran 5×5 m2. Batugamping pembentuk kars tersusun oleh wackestone, dengan ciri komponen fragmen 40-65% terdiri dari fosil foraminifera, fragmen koral maupun fragmen tidak teridentifikasi, matrik 35-60%, tidak dijumpai semen, telah mengalami replacement 30-50% dan abrasi, butiran maksimum berukuran kerikil, porositas yang teramati dari sayatan tipis 2-3%. Batugamping ini terintrusi oleh batuan beku basalt, granodiorit, dan trakhit. Struktur geologi sebagai jejak tektonik, teridentifikasi kekar dengan kemiringan hampir vertical (>800 ), sebagian zonenya belum tertutup akibat pelarutan batugamping. Pola-pola struktur geologi berarah relative barat baratdaya – timur timurlaut, dan baratdaya – timurlaut. Tektonik yang bertanggung jawab atas pembentukan Kars Maros diduga terjadi semenjak akhir Miosen Awal.
