Negeri dan Gunungapi

Tahun lalu, Institut Bahasa, Tanah, dan Etnologi Kerajaan yang berbasis di Leiden menerbitkan kumpulan cerita ‘Aangeraakt door Insulinde’ (Tersentuh oleh Hindia), di mana para ahli Indonesia menulis cerita tentang buku favorit mereka dari perpustakaan mereka. Institut tersebut, yang telah menerbitkan studi di bidang antropologi, sejarah, dan linguistik kepulauan ini selama satu setengah abad, ingin memperkenalkan…

Tabu di Baduy Kanekes

Artikel di harian kolonial Algemeen Indisch dagblad de Preangerbode. Terbin pada 24-07-1954. Judul Van politiek wil men niets weten DE BADUI‘S: volksgroep met tal van vreemde gebruiken Tafels, stoelen en bedden zijn er allemaal „taboe”. Diterjemahkan Mereka tidak ingin terlibat dalam politik. SUKU BADUIS: sebuah kelompok etnis dengan banyak kebiasaan aneh. Meja, kursi, dan tempat…

Orang Kanekès

Artiklel koran kolonial, Bataviaasch nieuwsblad, 19-01-1932. Menggamarkan suku bangsa yang menempati perbukitan, tertutup dan menjalani kehidupan sederhana. Suku Baduy. Orang Kanekes . Suatu bangsa yang unik, hidup dalam isolasi yang ketat. Suku Baduy belum ingin berhubungan dengan peradaban, tetapi bersedia menikmati manfaatnya.Di lereng Pagesaran, di puncak Pegunungan Kentöeng di distrik Lebak (Bantam Selatan), hiduplah secara…

Baduy dalam

Keterangan warga Desa Kanekes, Kabupaten Lebak, sumber buku Geïllustreerde encyclopaedie van Nederlandsch-Indië. Ditulis oleh Gonggryp, G.F.E. CoauteurBoogh, W.K. Jaar van uit gave Tahun 1934 Suku Badoei. Sebuah suku yang bisa dibilang merupakan sisa-sisa dari zaman pra-Islam. Orang-orang ini hampir tidak tahu apa-apa tentang Islam. Mereka mendiami lereng Pagelaran, tempat mata air Tji Oedjoeng berada, di…

Catatan Singkat Geourban#57 Cisomang

Jejak pagi masih hadir, bersamaan dengan kabut tipis yang menggelayut di lereng G. Burangrang. Lambat laun memudar seiring matahari naik, menerangi sebagian besar lembah temaram Cilayung sekitar Cisarua. Lembahnya dalam yang ditoreh Ci Meta, aliran sungai yang hulunya di lereng selatan G, Burangrang. Debit airnya mengerosi dan membentuk lembah yang lebar dan dalam. Menandakan di…

Mengalihkan Jembatan Cisomang

Terjemahan dari artikel majalah tentang teknis, De Ingenieur, 10 Agustus 1934. Dengan judul Het Tjisomang-viaduct. Ditulis oleh Ir. W. J. van Der Eb. Seorang insinyur Belanda yang dikenal karena perannya dalam perancangan atau pembangunan Stasiun Kereta Api Malang Kotabaru di Jawa Timur pada era kolonial, yang merupakan salah satu stasiun penting di Malang dan dibedakan…

Wisata di Bumiayu

Berikut laporan perjalan wisata, ditulis di harian umum De locomotief, 12-09-1939. Wisata satu hari ke sekitar lereng barat G. Slamet. Dilakukan oleh Ned. Ind. Natuurhistorische Vereeniging, atau perkumpulan sejarah alam Hindia Belanda. Cabang Tegal dari Persatuan Sejarah Alam Hindia Belanda, yang menunjukkan kehidupan perkumpulan yang aktif, mengumumkan sebuah wisata menarik pada Minggu, 24 bulan ini,…

Usaha Kolonial Menghubungkan Bandung-Cirebon Melalui Sumedang.

Artikel dari harian umum Sumber De locomotief 28-08-1919, dengan judul asli Een tramlijn in de bergen. (Van onzen correspondent). Melaporkan tentang usaha-usaha pemerintah kolonial, mengubungkan Bandung ke Cirebon melalui Tanjungsari-Kadipaten Majalengka. Usaha tersebut terwujud, tercapai hanya sampai ke Citali, Tanjungsari. Sedangkan pembuatan lintasan melalui Cadaspangeran telah dibuatkan kajiannya. Namun tidak terlaksana, karena negeri Belanda memasuki…

Sisa Kejayaan Lintasan Kereta Api Rancaekek Tanjungsari

Sekitar 600 meter dari Radio Penerima Rancaekek di Rancabatok ke arah utara, akan menemui Statsiun Kereta Api Rancaekek. Merupakan stasiun yang dilintasi oleh jalur Bandung ke Cibatu, Garut. Dilanjutkan ke arah timur, hingga menghubungkan ke Yogyakarta. Stasiun ini dianggap penting, karena memiliki percangan yang menghubungkan ke Tanjungsari melalui Jatinangor. Jalur alternatif ke arah timur laut…

Situs Budaya di Tepi Ci Mande

Dari jalan raya Bandung ke Garut, selepas Dangdeur bersiap-siap untuk memutar balik. Situs berada di sebelah selatan jalan raya nasional. Kemudian sekitar Pasir Cimanggung, atau setelah pabrik tekstil Kahatex, memutar arah kembali ke Bandung. Kurang lebih 30 meter, kemudian menepi di bahu jalan. Bagi yang menggunakan roda empat atau mobil, bisa memarkirkan di tepi jalan…