Catatan Geourban #61 Ujungjaya

Conggeang, Sumedang berada di sebelah timurlaut G. Tampomas. Dari sisi sejarah bumi, ditandai dengan batuan tertua Umur Miosen hingga Resen. Di lereng utara G. Tampomas ditempati perbukitan yang ditutupi vegetasi lebat hutan. Disusun oleh endapan batuan gunungapi, diantaranya perselingan piroklastik dan lava. Batuan endapan gunungapi ini membawa air (akifer), muncul dalam bentuk mata air kontak.…

Pionir Pembingkai Visual Bumi Indonesia

Jauh sebelum fotografi lahir, para peneliti lapangan dan kegiatan survey mengandalkan keahliannya membuat sketsa, sebagai penunjang laporan penelitian. Sketsa tersebut merupakan interpretasi yang subjektif, sehingga didudukan sebagai laporan bersifat ilustratif saja. Sketsa tersebut kemudian menghiasi karya publikasi bersanding dengan teks dan direproduksi melalui teknik cetak lithografi, atau teknik cetak ulang yang bisa diandalkan pada masa…

Membaca Gambar Tambora

Andai saja fotografi lahir lebih awal, tentunya Heinrich Zollinger akan dimudahkan membawa bukti rekaman visual dampak letusan Gunung Tambora. Gambar-gambar akan menghiasi laporannya dan memberikan deskripsi visual yang lebih akurat yang tersiratkan di perwujudan citra. Namun Zollinger memiliki cara lain untuk bercerita melalui keterbatasan data visual. Saat itu ia ditugaskan oleh Kerajaan Belanda untuk mendata…

Nilai Budaya Baduy Kanekes

Berikut adalah artikel dimajalah populer Tijdschrift voor economische geographie; orgaan der Nederlandsche Vereeniging voor Economische Geographie, 15-12-1928. Hingga saat ini, hanya Tuan D. Koor der s pada tahun 1864 yang berhasil memasuki tempat-tempat suci suku Baduy. (Bijdr. T., L. dan V. v. N. 1. 3e Volgr. IV, 303—366; 1864) (Dr. Jacobs dan J. J. Meijer:…

Negeri dan Gunungapi

Tahun lalu, Institut Bahasa, Tanah, dan Etnologi Kerajaan yang berbasis di Leiden menerbitkan kumpulan cerita ‘Aangeraakt door Insulinde’ (Tersentuh oleh Hindia), di mana para ahli Indonesia menulis cerita tentang buku favorit mereka dari perpustakaan mereka. Institut tersebut, yang telah menerbitkan studi di bidang antropologi, sejarah, dan linguistik kepulauan ini selama satu setengah abad, ingin memperkenalkan…

Tabu di Baduy Kanekes

Artikel di harian kolonial Algemeen Indisch dagblad de Preangerbode. Terbin pada 24-07-1954. Judul Van politiek wil men niets weten DE BADUI‘S: volksgroep met tal van vreemde gebruiken Tafels, stoelen en bedden zijn er allemaal „taboe”. Diterjemahkan Mereka tidak ingin terlibat dalam politik. SUKU BADUIS: sebuah kelompok etnis dengan banyak kebiasaan aneh. Meja, kursi, dan tempat…

Orang Kanekès

Artiklel koran kolonial, Bataviaasch nieuwsblad, 19-01-1932. Menggamarkan suku bangsa yang menempati perbukitan, tertutup dan menjalani kehidupan sederhana. Suku Baduy. Orang Kanekes . Suatu bangsa yang unik, hidup dalam isolasi yang ketat. Suku Baduy belum ingin berhubungan dengan peradaban, tetapi bersedia menikmati manfaatnya.Di lereng Pagesaran, di puncak Pegunungan Kentöeng di distrik Lebak (Bantam Selatan), hiduplah secara…

Baduy dalam

Keterangan warga Desa Kanekes, Kabupaten Lebak, sumber buku Geïllustreerde encyclopaedie van Nederlandsch-Indië. Ditulis oleh Gonggryp, G.F.E. CoauteurBoogh, W.K. Jaar van uit gave Tahun 1934 Suku Badoei. Sebuah suku yang bisa dibilang merupakan sisa-sisa dari zaman pra-Islam. Orang-orang ini hampir tidak tahu apa-apa tentang Islam. Mereka mendiami lereng Pagelaran, tempat mata air Tji Oedjoeng berada, di…

Catatan Singkat Geourban#57 Cisomang

Jejak pagi masih hadir, bersamaan dengan kabut tipis yang menggelayut di lereng G. Burangrang. Lambat laun memudar seiring matahari naik, menerangi sebagian besar lembah temaram Cilayung sekitar Cisarua. Lembahnya dalam yang ditoreh Ci Meta, aliran sungai yang hulunya di lereng selatan G, Burangrang. Debit airnya mengerosi dan membentuk lembah yang lebar dan dalam. Menandakan di…