Berikut ini adalah tulisan J. M. I. Reitsma. Penulis aktif di masa kolonial, redaktur untuk majalah perkereta apian Hindia Belanda. Lulusan ilmu teknik di de Technische Hoogeschool te Bandoeng (saat ini ITB Bandung), sekitar tahun 1920-an. Tulisan dengan judul asli Een Nieuwe Spoorlijn In De Preanger. Een Interessant Werk. Dicutat dari artikel majalah bulanan Indie:…
Berkumpul di Kumbolo Semeru

G. Semeru merupakan gunungapi aktif yang lahir tidak lebih dari 700 ribut tahun yang lalu. Berada dalam satu kelurusan dengan kompleks G. Jambangan, dan Pegunungan Tengger. Dari keberadaan yang mebentuk batas morfologi gunungapi, menandakan bahwa G. Semeru tidak terbentuk dalam satu genarsi letusan. Tetapi lahir dari hasil kegiatan kegunungapian generasi sebelumnya. G. Jambangan merupakan yang…
Mengalihkan Jembatan Cisomang

Terjemahan dari artikel majalah tentang teknis, De Ingenieur, 10 Agustus 1934. Dengan judul Het Tjisomang-viaduct. Ditulis oleh Ir. W. J. van Der Eb. Seorang insinyur Belanda yang dikenal karena perannya dalam perancangan atau pembangunan Stasiun Kereta Api Malang Kotabaru di Jawa Timur pada era kolonial, yang merupakan salah satu stasiun penting di Malang dan dibedakan…
Usaha Kolonial Menghubungkan Bandung-Cirebon Melalui Sumedang.

Artikel dari harian umum Sumber De locomotief 28-08-1919, dengan judul asli Een tramlijn in de bergen. (Van onzen correspondent). Melaporkan tentang usaha-usaha pemerintah kolonial, mengubungkan Bandung ke Cirebon melalui Tanjungsari-Kadipaten Majalengka. Usaha tersebut terwujud, tercapai hanya sampai ke Citali, Tanjungsari. Sedangkan pembuatan lintasan melalui Cadaspangeran telah dibuatkan kajiannya. Namun tidak terlaksana, karena negeri Belanda memasuki…
Sisa Kejayaan Lintasan Kereta Api Rancaekek Tanjungsari

Sekitar 600 meter dari Radio Penerima Rancaekek di Rancabatok ke arah utara, akan menemui Statsiun Kereta Api Rancaekek. Merupakan stasiun yang dilintasi oleh jalur Bandung ke Cibatu, Garut. Dilanjutkan ke arah timur, hingga menghubungkan ke Yogyakarta. Stasiun ini dianggap penting, karena memiliki percangan yang menghubungkan ke Tanjungsari melalui Jatinangor. Jalur alternatif ke arah timur laut…
Situs Budaya di Tepi Ci Mande

Dari jalan raya Bandung ke Garut, selepas Dangdeur bersiap-siap untuk memutar balik. Situs berada di sebelah selatan jalan raya nasional. Kemudian sekitar Pasir Cimanggung, atau setelah pabrik tekstil Kahatex, memutar arah kembali ke Bandung. Kurang lebih 30 meter, kemudian menepi di bahu jalan. Bagi yang menggunakan roda empat atau mobil, bisa memarkirkan di tepi jalan…
Legenda Sangkuriang Menurut Wormser

Tulisan tentang cerita rakyak pasundan yang diperkiranan sudah ada sejak abad ke-14. Dituliskan dalam naskah Bujanga Manik, kemudian tulis ulang melalui adaptasi dengan konteks abad ke-19 oleh seorang jurnalis masa Hindia Belanda. Wormser adalah nama seorang tokoh penting di era Hindia Belanda, yaitu C.W. Wormser (Christiaan Willem Wormser), seorang ahli hukum, jurnalis, dan salah satu…
Sejarah Bandung Menurut Mayor Kelling
Kelling adalah sekretaris dan bendahara di komunitas pariwisata Bandoeng Vooruit. Menulis dibeberapa artikel di majalah pariwisata Mooi Bandoeng. Redaktur majalah kereta api Java Expres. Beberap tulisannya menjadi rujukan penulisan populer Kota Bandung. Artikel ini diterbitkan di Mooi Bandoeng; maandblad van Bandoeng en omstreken-officieel orgaan van de Vereeniging “Bandoeng Vooruit”, jrg 7, 1939, no. 10, 01-10-1939.…
Cileunca dari Cerita Horsting
Tulisan L.H.C. Horsting, pengalamannya berkunjung ke Situ Cileunca, 1933. Judu asli Een BezoekAan Het Meer VanTjileuntje (1933), berkunjung ke Situ Cileunca. L.H.C. Horsting adalah tokoh kolonial Belanda, kemungkinan seorang mayor purnawirawan dari Layanan Topografi di Bandung, Indonesia (saat itu Hindia Belanda), yang dikenal sebagai penulis dan kontributor untuk publikasi-publikasi awal Indonesia/kolonial, terutama yang berfokus pada…
Cigumentong Kampung di Bawah Naungan G. Munggang

Awan gelap menemani perjalanan pagi, sejak dari batas kota melalui jalan raya Bandung-Garut. Selepas persimpangan Paramon, jalanan mendaki kemudian bertemu dengan fly over Tenjolaya. Memilih jalur ke arah utara melalui underpass (jalan di kolong jembatan) di Cikopo. Di batas desa ini jalanan terjal menanjak, memotong perbukitan Pasir Sangiang. Masyarakat menyebutnya bukit Candi, karena di sebelah…