Catatan Geourban#71 Tagogapu

Menapaki Tagogapu seperti memutar kembali sejarah lama. Satu-satunya gambaran wilayah ini didekatkan dengan kegiatan tambang kapur, sudah ada sejak masa kolonial. Keberadaan pabrik pengolahan dan tambang kapur tersebut saat ini pudar seiring waktu. Meninggalkan bayangan kejayaan di ingatan masyarakatnya, di Padalarang, Kabupaten Bandung Barat. Satu-satunya petunjuk sisa kejayaan masa lalu, tercermin pada sisa bangunan tua…

Catatan Geourban#68 Cipicung

Berangkat dari kota Sumedang, melesat ke arah utara, melalui jalan utama penghubung antar kecamatan. Tiba di Masjid Tegalkalong, kemudian berbelok ke arah timur menuju Situraja. Dari persimpangan ini, Tegalkalong merupakan pusat pemerintahan masa di bawa pengaruh Mataram Islam abad ke-17. Dicirikan dengan tata ruang Catur Gatra, mengadopsi konsep Keraton. Karakteristiknya berupa lapangan luas di bagian…

Catatan Cadas Pangeran 1895

Tulisan dari P. de Roo de la Faille, dari buku Preanger-schetsen (1895). Menggambarkan keadan jalan raya yang menembus perbukitan batu, antara Andawadak (Tanjungsari) ke Sumedang. Kesejahteraan yang terus meningkat akibat membaiknya sumber daya masyarakat di wilayah Residensi Preanger, telah memberikan dampak yang sangat berbeda-beda terhadap pemukiman-pemukiman lama penduduk. Tjiandjoer, misalnya, yang merupakan titik akhir perjalanan…

Jembatan Lama Ci Tarum

Warga pemilik warung di muka jembatan lama Citarum, Mandalawangi Cipatat. Menceritakan pengetahuannya tentang pembangunan jembantan ini. Jembatan ini merupakan jalur utama yang dipergunakan, menghubungkan Mekarwangi di Kabupaten Bandung Barat, ke Haurwangi, Kabupaten Cianjur. Dibuka melalui jalan Raya Pos abad ke-19, yang dibangun pada 1810. Loasi ini merupakan celah tersempit, untuk melintasi sungai terpanjang di Jawa…