Di lintas jalan nasional, Padalarang. Sekitar Kampung Pamucatan, Gunungmasigit. Dahulu didapati situ, berada di lereng sebelah timur Pasir Ketuketu. Berupa cekungan di lereng perbukitan karst Pasir Bengkong 858 mdpl. Dalam peta lama Topographisch Bureau Batavia, lembar Tjitatah (1904). Menggambarkan bentuk danau, disebut Situ Kadalmeteng. Dibatasi oleh tinggian Pasir Ketuketu sebelah barat, dan Cikadu disebelah timurnya.
Berada di daerah Kampung Pamucatan, ditepi jalan nasional. Makna kata pamucatan, bisa dilacak dari Kamun Umum Basa Sunda, disusun LBSS (1990). Pamucatan merujuk kepada tempat peristirahatan, khususnya untuk binatang penarik pedati seperti kerbau atau sapi. Bila melihat kembali saat Situ Kadalmeteng masih berupa danau, bisa saja dimanfaatkan sebagai sarana mengambil air. Karena jalaur tersebut merupakan Jalan Raya Pos tahun 1810, menghubungkan Bandung ke Batavia melalui Cianjur.
Dengan cara mengmadukan garis gambar pada peta lama, dengan peta daring. Diperkirakan luas danau tersebut sekitar kemungkinan sekitar 400 meter persegi, memanjang barat-timur. Pada peta geologi lembar Cianjur (Sudjatmiko, 2003), sebagian bersar wilayah ini disusun oleh Anggota Batugamping Formasi Rajamandala (Oml), Umur Oligosen Akhir hingga Miosen Awal. Berkisar antara 32 hingga 23 juta tahun yang lalu.
Keberadaan batuan karbonat tersebut, memungkinkan kalau Situ Kadalmeteng tersebut terbentuk oleh proses kartstifikasi. Proses pelarutan pada batuna karbonat, disebut dolina. Danau yang terbentuk oleh hasil erosi dan pelarutan pada batuan kapur oleh air hujan. Kemudian membentuk cekungan. Bila ukurannya kecil, disebut lokva.
Keberadaan batuan karbonat tersebut, mengundang kegiatan tambang. Sehingga sebagian besar bagian barat dari perbukitan Pasir Bengkung habis. Akibat kegiatan penambangan yang masif dalam skala operasi besar. Dari data Geoportal Kementerian ESDM, diperoleh data perusahaan tambang. Diantarnaya dikerjakan oleh PT Parahyangan Kapur Bumi Indonesia di sebelah selatan. kemudian PT Batu Wangi Putra Sejahtera, CV Jasa Batu Alam, dan CV Sumber Anugrah Alam Sejahtera
Saat ini keberadaan situ tersebut sudah tidak ada, berubah menjadi lahan kosong. Ditempati oleh perkebunan warga dan rumput liar. Sedangkan di sebelah timurnya berdiri pabrik pengolahan industri mineral, milik PT Kurnia Prama Adhara. Memproduksi kapur bakar/tohor (calcium oxide). Sebagai bahan dasar untuk industri pupuk, pengrolahan makanan, pembuatan kaca, pertanian, bahan pengolah limbah hingga untuk kebutuhan industri farmasi.,
Sedangkan di sebelah selatannya, telah berdiri hunian warga. Berupa perumahan yang menempati sebelah selatan, dari bekas Situ Kadalmeteng. Susutnya paraas air danau tersebut tidak diketahui, baik oleh ingatan warga atau catatan penelitian.
Namun bila dilihat oleh kondisi lingkungan, bisa disebabkan oleh perubahan perubahan tata guna lahan. Dari lahan vegetasi lebat, berubah menjadi perumahan dan pertanian. Selain itu keberadaan operasional tambang dan pabrik, menyebabkan mempercepat hilangnya air permukaan. Terpengaruh oleh terganggunya sistem air tanah pada kawasan karst, karena terjadi degradasi fungsi ekosistem.


