Plesir Reitsma ke Ciwidey

Terjemahan dari artikel Indische Weekends, Naar Rantjabali. Ditulis oleh R.A. Reitsma, jurnalis dan dewan redaksi majalah mingguan Tropisch Nederland; veertiendaagsch tijdschrift ter verbreiding van kennis omtrent Nederlands Oost- en West-Indië. Terbit 20 Februari 1939. Tulisan ini menceritakan secara deskripsi, pengalaman penulis mengunjungi kawasan Ciwidey pada masa kolonial. Di lain waktu, perjalanan kami dari Bandung menuju…

Cadas Panjang Membentuk Cekungan Rancawalini

Selepas Ciwidey menuju Ranca Upas, jalanan sedikit terjal menanjak. Seiring jarak bertambah, jalan menyempit serta berbelok tajam melalui tinggian Punceling. Warga menyebutnya tanjakan maung, ditandai dengan patung Harimau ditepi jalan. Jalananan menenjak menandakan batas tekuk lereng G. Patuha di sebelah selatan, dan G. Tikukur dibagian utara. Sebelah timurnya dibatasi oleh perbukitan landai hingga tegak, disusun…

Memandang Padang di Ciwidey

Titik tertinggi perbukitan ini disebut Batu Masjid Agung. Dicapai melalui pendakian dari gerbang wisata Gunung Padang sebelah selatan, menapaki lereng perbukitan sejauh 600 meter. Menuju puncak sedikit merayap, melangkah diantara bongkah-bongkah batu. Tiba di titik tinggi ini, arah pandang terbuka ke segala penjuru. Mengungguli vegetasi yang berlomba tumbuh di bagian puncak perbukitan. Melihat ke arah…

Triplet Gununugapi Bandung Selatan

Dalam kedokteran, diterangkan bahwa triplet adalah tiga janin yang berkembang simultan di uterus. Seorang ibu mengandung, kemudian memiliki tiga janin yang tumbuh di dalam kandungan. Begitu juga dengan Gunung Tilu di Lamajang, Pangalengan. Termasuk ke dalam kriteria gunungapi stratovolkano, dicirikan dengan bentuknya kerucut. Menandakan bahwa gunungapi tersebut disusun oleh perselingan tuff, piroklastik dan lava. Penamaan…