Air terjun yang mengalir yang dialasi lava tebal. Membentuk dinding tegak, sekitar 40 meter, dengan debit air sedang. Bila jatuh pada musim hujan, saat volume air tinggi akan membentuk air terjun seperti tirai.

Di bagian atasnya berupa hamparan batuan beku, dengan bentuk unik. Disebut dengan kekar kolom atau columnar joint. Struktur pada batuan beku, saat magma naik mendekati permukaan. Kemudian membeku searah dengan bidang pendinginannya.

Asal-usul batuan in berasal dari hasil kegiatan gunugapi di masa lalu. Diperkirakan sumbernya berasal dari Gunungapi Dahu, berada di sebelah barat. Mengalir dan mengendap disekitar Kampung Jatake, Leuweung Kolot, Bungbulang, Kabupaten Bogor. Umurnya batunnya diperkirakan sekitar Plistosen atau sekitar 2 juta tahun yang lalu.

Struktur kekar kolom tersebut menindih endapan awan panas, dari sumber yang sama. Dalam proses kejadiannya, G. Dahu meletus eksplosif, menghasilkan aliran awan panas yang mengalir ke arah Leuwiliang. Kemudan membeku dalam waktu yang sangat cepat. Setelah itu datang aliran lava, menindih endapan gunungapi sebelumnya. Bidang kontaknya terlihat jelas, pada dinding tegak air terjun.

Saat ini dikelola melalui manajemen swasta, disebut Curug Lembah Pelangi, disebut demikian karena, pada waktu tertentu aliran air terjun memantulkan cahaya serta membentuk pelangi.

Menuju lokasi, telah tersedia tangga yang ditata menggunakan tembok. Untuk keselamatan, pengelola telah melengkapinya dengan pegangan tangga. Serta rambu-rambu yang memberikan ancaman bahaya, diantaranya bahaya jatuhan batu.

Air terjun Jatake, merupakan warisan bumi karena keunikan bentuknya. Sehingga perlu dikonservasi keberadaanya.

Dinding tegak curug Jateke, memperlihatkan perlapisan endapan gunungapi.
Kekar kolom mendatar, searah bidang pendinginanya.