Dari jalan kelas desa Jalan Karacak, kemudian menapaki jalan seukuran motor roda dua. Rumah-rumah warga berselang seling dengan lahan kosong yang dimanfaatkan menjadi kebun.

Di sebelah timurnya dibatasi oleh Ci Anten. Sungai yang hulunya di G. Halimun Salak. Kemudian mengalir ke arah utara, bergabung dengan Ci Kaniki. Kedua sungai tersebut merupakan Daerah Aliran Sungai, Ci Sadane. Sungai yang seringkali menyumbangkan bencana banjir di Tanggerang. Terutama bila memasuki musim penghujan tinggi.

Aliran air Ci Anten debitnya tergantung pada musim. Sehingga bila jatuh pada musim kemarau, kenampakan air terjun berupa satu aliran saja. Sedangkan pada musim hujan, membentuk aliran seperti tirai dan lebar.

Aliran airnya dimanfaatkna untuk menggerakan turbin di Kracak. Merupakan sistem pembangkit listrik tenaga air (PLTA), dibangun sejak masa kolonial pada 1926. Pipa pesatnya membentang disektiar G. Bubut. Airnya disadap kemudian dialirkan ke kolam penamput di G. Bubut. Dari kolam ini kemudian dialirakan melalui pipa pesat sepanjang 1 km ke arah utara. Kemudian diterima oleh rumah produksi Kracak, untuk menghasilkan listrik sektiar 70 Kv. Air dari turbin, kemudian dibuang kembali ke sungai.

Curug Lontar berupa air terjun yang mengalir di atas batuan beku. Hasil dari produk aliran lava, dari kegiatan gunungapi di masa lalu. Dari kesebandingan di peta geologi, diperkirakan berumur antara Pliosen hingga Pleistosen atau sekitar 4 hingga 1,8 juta tahun yanng lalu. Asal-usulnya sumber materialnya tidak diketahui.

Keunikannya adalah terbentuknya struktru kekar kolom yang menghiasi dinding air terjun. Tampak jelas, bisa diamati dari berbagai sudut. Berupa struktur kolonnade dan entablature, ciri dari hasil pendinginan lava atau piroklastik berulang, dengan variasi laju pendinginannya.

Di bagian atasnya tersusun oleh lava, dengan bentuk yang acak. Terbentuk dari sumber aliran lava yang sama, namun dengan cara pembekuan (pendinginan) yang berbeda. Entablatur membeku saat mengalir, membentuk struktur tidak beraturan. Menindih struktur kolonnade, berupa struktrur kekar kolom. Arah strukturnya tegak, sesuai dengan arah bidang pembekuanya yatiu mendatar.

Saat aliran lava bagian atasnya membeku (entablatur), kemudian di bagian bawahnya berupa aliran lava pijar antara 900 hingga 1200 derajat celcius, dan masih mengalir. Selanjutnya membeku dengan cepat, menggkerut, dan membentuk pola-pola meniang. Sudunya segi enam higga delkapan, tegak sesuai dengan arah permukaan bidang pendinginan (permukaan bumi).

Berada di Karyasari, Leuwiliang, Kabupaten Bogor. Saat ini dikelol oleh masyarakat melaui karang taruna. Fasilitas pariwisata sudah tersedia, seperti tangga untuk menuruni ke sungai, saung, tempat makan dan fasilitas lainya seperti toilet.

Keberadaanya Curug Cilontar, bisa dianggap unik, karena tersingkap dengan jelas. Kemungkinan dinding tegak setinggi 40 meter tesebut, hasil dari kegiatan tektonik. Berupa struktur sesar, air terjun yang membentuk tapal kuda.

Kekar kolom Curug Lontar.
Fragmen kekar kolom, di tepi sungai