Legenda Sangkuriang Menurut Wormser

Tulisan tentang cerita rakyak pasundan yang diperkiranan sudah ada sejak abad ke-14. Dituliskan dalam naskah Bujanga Manik, kemudian tulis ulang melalui adaptasi dengan konteks abad ke-19 oleh seorang jurnalis masa Hindia Belanda. Wormser adalah nama seorang tokoh penting di era Hindia Belanda, yaitu C.W. Wormser (Christiaan Willem Wormser), seorang ahli hukum, jurnalis, dan salah satu…

Sejarah Bandung Menurut Mayor Kelling

Kelling adalah sekretaris dan bendahara di komunitas pariwisata Bandoeng Vooruit. Menulis dibeberapa artikel di majalah pariwisata Mooi Bandoeng. Redaktur majalah kereta api Java Expres. Beberap tulisannya menjadi rujukan penulisan populer Kota Bandung. Artikel ini diterbitkan di Mooi Bandoeng; maandblad van Bandoeng en omstreken-officieel orgaan van de Vereeniging “Bandoeng Vooruit”, jrg 7, 1939, no. 10, 01-10-1939.…

Statsiun Radio Penerima Rancaekek

Jelaga hitam mewarnai bingkai jendela dan pintu. Sebagian dinding telah dirobohkan secara hati-hati, meninggalkan tumpukan batu bata dan bingkai kusen kayu. Di pojok bangunan tampak tembok berwarna hitam gelap, menandakan sumber api datang dari sana. Seorang bapak yang tinggal tidak jauh dari perumahan, mengkonfirmasi memang minggu lalu terjadi kebakaran. Melahap rumah dinas Telkom, di Rancabatok,…

Cileunca dari Cerita Horsting

Tulisan L.H.C. Horsting, pengalamannya berkunjung ke Situ Cileunca, 1933. Judu asli Een BezoekAan Het Meer VanTjileuntje (1933), berkunjung ke Situ Cileunca. L.H.C. Horsting adalah tokoh kolonial Belanda, kemungkinan seorang mayor purnawirawan dari Layanan Topografi di Bandung, Indonesia (saat itu Hindia Belanda), yang dikenal sebagai penulis dan kontributor untuk publikasi-publikasi awal Indonesia/kolonial, terutama yang berfokus pada…

Cigumentong Kampung di Bawah Naungan G. Munggang  

Awan gelap menemani perjalanan pagi, sejak dari batas kota melalui jalan raya Bandung-Garut. Selepas persimpangan Paramon, jalanan mendaki kemudian bertemu dengan fly over Tenjolaya. Memilih jalur ke arah utara melalui underpass (jalan di kolong jembatan) di Cikopo. Di batas desa ini jalanan terjal menanjak, memotong perbukitan Pasir Sangiang. Masyarakat menyebutnya bukit Candi, karena di sebelah…

Bunker Kebonsuuk Cicalengka

Berupa perbukitan kecil di sebelah utara pusat kota Cicalengka. Secara topografis memiliki keunggulan, sebagai titik tinggi. Kondisi demikian paling ideal dalam strategi militer dan pertahanan. Dalam peta Rupa Bumi Indonesia/RBI lembar Cicalengka (2001), disebut Kebonsuuk, Desa Cicalengka Wetan dengan elevasi 731 meter dpl. Keberadaan perbukitan tersebut diapit oleh dua jalan utama, sebelah utara memanjang barat…

Markas Belanda di Rancaekek

Sebuah gerbang, dibuat warga untuk memperingati hari ulang tahun Republik Indonesia tahun 2024. Umurnya sudah satu tahun, sejak tulisan ini dibuat. Tulisannya tampak lusuh dan pudar, menandakan waktu telah menelan warna merah putih. Di bagian bawahnya tertulis Gang Zeni, Kampung Sukamanah, RT 05 RW 09, Rancaekek. Dari mulut gang ini, kemudian berjalan ke arah barat,…

Arca Sunda Klasik di Mayang

Ano adalah bapak paruh baya, bekerja sebagai kuli bangunan. Sesekali bertaruh waktu menjadi buruh tani di sekitar Mayang. Sepertinya lahan sudah milik orang lain, saya hanya melontarkan tenaga saja sebagai buruh. Ano berusia jelang 62 tahun, memiliki anak dan cucu yang tinggal bersama satu atap. Kehidupannya tidak lepas dari pekerjaan ini, hampir setengah abad yang…

Menelusuri Arca Dayeuhluhur Subang

Jalan yang menghubungkan antara Jalan Cagak ke Kasomalang ke Rancakalong, merupakan batas tekuk lereng G. Canggak. Disusun oleh batuan gunungapi tua tak teruraikan (Silitonga, 1973). Berupa perselingan breksi gunungapi, laharik, dan lava. Kemudian ke arah utaranya adalah kipas aluvial, terutama yang berasal dari bahan rombakan gunungapi yang lebih halus. Dengan demikian memiliki sumber-sumber mata air…

Catatan Geourban#53 Lumbung

Di akhir pekan 20 Desember 2025, jalanan menuju Soreang dari arah Bandung timur tampak lenggang. Biasnya tersedak karena jumlah kendaraan yang berlomba menuju pusat kota, kini terurai karena memasuki musim libur. Tidak lebih dari 30 menit, tiba di pusat kota Soreang. Nama yang belum dikenal masa kolonial, cukup disebut wilayah Kopo (Topographisch Bureau Batavia, 1909).…