Warga pemilik warung di muka jembatan lama Citarum, Mandalawangi Cipatat. Menceritakan pengetahuannya tentang pembangunan jembantan ini. Jembatan ini merupakan jalur utama yang dipergunakan, menghubungkan Mekarwangi di Kabupaten Bandung Barat, ke Haurwangi, Kabupaten Cianjur. Dibuka melalui jalan Raya Pos abad ke-19, yang dibangun pada 1810. Loasi ini merupakan celah tersempit, untuk melintasi sungai terpanjang di Jawa Barat.
Bila menapai kembali jalan Raya Pos Daendels, satu segmen penyeberangan sungai adalah di sektiar Cihea. Segmen penyeberangan terberat, menggunakan bantuan dua perahu digabungkan menggunakan poros bambu, dan dilapisi oleh bambu yang dianyam. Teknik penyeberangan sungai tersebut sangat sederhana, pengemudi cukup menarik alat bantu tali yang dibentangkan antar landasan batas sungai dan darat. Kemungkinan diperlukan waktu lebih dari setengah jam, melintasi celah sempih Ci Tarum dengan lebar sekitar 58 meter. Posisinya persis di bawah jembatan Citarum lama sekarang, saat itu menghubungkan Haurwangi dan Rajamandala.
Titik penyeberangan ini, berdampingan dengan muara Ci Hea yang berhulu disekitar dataran tinggi Sukajaya dan Bojongpicung, Kabupaten Cianjur. Tepatnya di kampung Tagong, Desa Mandalawangi, Cipatat, masuk ke wilayah Kabupaten Cianjur ke sebelah barat, dan Kabupaten Bandung Barat ke arah timur.
Pada masa tersebut, jembantan belum tersedia. Sehingga untuk melakukan penyeberangan, harus menggunakan rakit. Terbuat dari susunan bambu, kemudian ditarik menggunakan bantuan tali sebagai pengendali. Lebarnya disesuaikan dengan jenis kendaraan yang akan melintas. Sehingga untuk mengantarkan pedati ke seberang, menggunakan dua rakit yang digabung.
Karena ada perbedaan ketinggian, saat turun dan naik dari tepi sungai biasanya ditarik dengan menggunakan kerbau. Terutama pedati-pedati yang seringkali mengangkut bahan hasil perkebunan.
Jembatan dengan konstruksi besi saat ini adalah hasil perbaikan ditahun sebelumnya. Dinaikan untuk mengantisipasi batas rendaman waduk Cirata, kemudian direlokasi ulang lebih tinggi posisinya seperti saat ini. Dikerjakan oleh PT. Jasa Kencana Bahagia, sekitar tahun 1986-1987. Sedangkan di sebelah utaranya, dibangun jembatan TOL pertama di Indonesia. Diresmikan pemerintah Orde Baru, 1979, menghubungkan Bandung-Jakarta via puncak Cianjur.
Seiring dengan pembendungan Waduk Cirata, mengakibatkan permukaan sungai naik. Sehingga jembantan lama Citarum dinaikan dan disesuaikan ketinggiannya. Namun pada akhir tahun 1970-an, jalur melalui jembatan lama ditinggalkan. Pada awal tahun 1980-an mulai dioperasikan jembatan penghubung baru, menggantikan yang lama.