Plesir Reitsma ke Ciwidey

Terjemahan dari artikel Indische Weekends, Naar Rantjabali. Ditulis oleh R.A. Reitsma, jurnalis dan dewan redaksi majalah mingguan Tropisch Nederland; veertiendaagsch tijdschrift ter verbreiding van kennis omtrent Nederlands Oost- en West-Indië. Terbit 20 Februari 1939. Tulisan ini menceritakan secara deskripsi, pengalaman penulis mengunjungi kawasan Ciwidey pada masa kolonial. Di lain waktu, perjalanan kami dari Bandung menuju…

Catatan Geourban#68 Cipicung

Berangkat dari kota Sumedang, melesat ke arah utara, melalui jalan utama penghubung antar kecamatan. Tiba di Masjid Tegalkalong, kemudian berbelok ke arah timur menuju Situraja. Dari persimpangan ini, Tegalkalong merupakan pusat pemerintahan masa di bawa pengaruh Mataram Islam abad ke-17. Dicirikan dengan tata ruang Catur Gatra, mengadopsi konsep Keraton. Karakteristiknya berupa lapangan luas di bagian…

Catatan Geourban#62 Linggamukti Purwakarta

Antara Darangdan di bagian barat, ke Wanayasa di belah timur. Merupakan lereng yang melandai ke utara sekitar Purwakarta. Masuk ke dalam wilayah administrasi Darangdan, yang dibelah oleh beberapa sungai, diantaranya Ci Herang, Ci Kao, dan Ci Bingbin. Hulunya di sekitar perbukitan di Cileunca-Darangdan, alirannya bergerak ke utara. Sekitar Cikaobandung bertemu dengan outlet Ci Tarum, dam…

Catatan Geourban #61 Ujungjaya

Conggeang, Sumedang berada di sebelah timurlaut G. Tampomas. Dari sisi sejarah bumi, ditandai dengan batuan tertua Umur Miosen hingga Resen. Di lereng utara G. Tampomas ditempati perbukitan yang ditutupi vegetasi lebat hutan. Disusun oleh endapan batuan gunungapi, diantaranya perselingan piroklastik dan lava. Batuan endapan gunungapi ini membawa air (akifer), muncul dalam bentuk mata air kontak.…

Baduy dalam

Keterangan warga Desa Kanekes, Kabupaten Lebak, sumber buku Geïllustreerde encyclopaedie van Nederlandsch-Indië. Ditulis oleh Gonggryp, G.F.E. CoauteurBoogh, W.K. Jaar van uit gave Tahun 1934 Suku Badoei. Sebuah suku yang bisa dibilang merupakan sisa-sisa dari zaman pra-Islam. Orang-orang ini hampir tidak tahu apa-apa tentang Islam. Mereka mendiami lereng Pagelaran, tempat mata air Tji Oedjoeng berada, di…

Situs Budaya di Tepi Ci Mande

Dari jalan raya Bandung ke Garut, selepas Dangdeur bersiap-siap untuk memutar balik. Situs berada di sebelah selatan jalan raya nasional. Kemudian sekitar Pasir Cimanggung, atau setelah pabrik tekstil Kahatex, memutar arah kembali ke Bandung. Kurang lebih 30 meter, kemudian menepi di bahu jalan. Bagi yang menggunakan roda empat atau mobil, bisa memarkirkan di tepi jalan…

Statsiun Radio Penerima Rancaekek

Jelaga hitam mewarnai bingkai jendela dan pintu. Sebagian dinding telah dirobohkan secara hati-hati, meninggalkan tumpukan batu bata dan bingkai kusen kayu. Di pojok bangunan tampak tembok berwarna hitam gelap, menandakan sumber api datang dari sana. Seorang bapak yang tinggal tidak jauh dari perumahan, mengkonfirmasi memang minggu lalu terjadi kebakaran. Melahap rumah dinas Telkom, di Rancabatok,…

Cigumentong Kampung di Bawah Naungan G. Munggang  

Awan gelap menemani perjalanan pagi, sejak dari batas kota melalui jalan raya Bandung-Garut. Selepas persimpangan Paramon, jalanan mendaki kemudian bertemu dengan fly over Tenjolaya. Memilih jalur ke arah utara melalui underpass (jalan di kolong jembatan) di Cikopo. Di batas desa ini jalanan terjal menanjak, memotong perbukitan Pasir Sangiang. Masyarakat menyebutnya bukit Candi, karena di sebelah…

Bunker Kebonsuuk Cicalengka

Berupa perbukitan kecil di sebelah utara pusat kota Cicalengka. Secara topografis memiliki keunggulan, sebagai titik tinggi. Kondisi demikian paling ideal dalam strategi militer dan pertahanan. Dalam peta Rupa Bumi Indonesia/RBI lembar Cicalengka (2001), disebut Kebonsuuk, Desa Cicalengka Wetan dengan elevasi 731 meter dpl. Keberadaan perbukitan tersebut diapit oleh dua jalan utama, sebelah utara memanjang barat…

Markas Belanda di Rancaekek

Sebuah gerbang, dibuat warga untuk memperingati hari ulang tahun Republik Indonesia tahun 2024. Umurnya sudah satu tahun, sejak tulisan ini dibuat. Tulisannya tampak lusuh dan pudar, menandakan waktu telah menelan warna merah putih. Di bagian bawahnya tertulis Gang Zeni, Kampung Sukamanah, RT 05 RW 09, Rancaekek. Dari mulut gang ini, kemudian berjalan ke arah barat,…